Welcome

Sadar atau tidak, setiap perjumpaan akan membawa perubahan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari perjumpaan2 kita, dan membawa kita ke arah yang semakin baik. Tuhan memberkati

Kata kunci

Wednesday, December 23, 2009

Tuhan memberikan pertolongan lewat Bunda Maria


Disaat ku tak berdaya, kuasaMu yang sempurna, ketika ku percaya mujizat itu nyata....
Dan itu yang aku alami.
Malam itu, sudah sangat larut. Bahkan sudah lewat tengah malam. Sedari sore, aku sudah merasa bahwa badanku tidak sehat. Aku sudah periksa ke dokter dan diberi obat. Obat itu juga sudah aku minum. Papi sedang tidak berada di rumah karena mangikuti rekoleksi para katekis di Sarangan. Aku di rumah dengan mami.

Waktu malam semakin larut, badanku semakin demam. Suhu tubuhku naik, nafasku mulai sesak. Mamipun segera mengompres kepalaku.
Aku menggigil,dan suhu badanku semakin tinggi. Aku seakan tidak mampu lagi untuk bertahan. Setiap nafas kurasakan sangat berat dan aku membutuhkan tenaga yang luar biasa untuk itu.
Oh Tuhan....tolonglah aku, kataku dalam hati setiap aku menarik nafas.
Kulihat mami semakin putus asa. Segala cara telah diupayakan supaya aku lebih baik. Tapi aku berbicara saja sudah tidak mampu. Bahkan aku sudah merasa bosan bernafas, karena sangat melelahkan.
"Mam, aku sudah capek", bisikku perlahan...mgkn hampir tak terdengar.
Lalu, mami mengambil sebuah rosario. Berdoa. Itu lah hal terakhir yang bisa kami lakukan.
"Lie, ayo kita minta pertolongan Bunda Maria. Dia pasti akan menolongmu", ajak mami.
Aku hanya bisa menangis, tanpa bisa menjawab.
Aku melihat mami berdoa sambil menangis... dan tiap tetesan air matanya membuat aku semakin menyadari betapa besar kasih sayang seorang ibu.
Di tengah2 doa, mami mengambil air suci, yang diambil dari Sendangsono.
"Lie, minum ini...sambil berdoa ya..semoga Bunda Maria mau menolong", kata mami.
Aku berusaha sekuat tenaga menelan air itu. Aku hanya bisa pasrah. Bahkan aku sangat siap jika itu adalah air terakhir yang bisa kuminum.
Setelah selesai berdoa, tiba2 aku merasa mengantuk, dan aku tertidur. Padahal sebelumnya aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata, karena aku terus berjuang untuk bisa bernafas.

Saat pagi2 sekali aku bangun, sungguh luar biasa...bahwa aku sudah merasa lebih baik. Badanku sudah tidak panas. Dan nafasku sudah jauh lebih ringan.

Maka, pagi itu, kira2 pukul 5.30 aku kembali periksa ke dokter. Mami menanyakan apa yg terjadi dengan diriku. Dan jawaban yang kudapat sungguh mengejutkan. Ternyata, dokter memberi aku obat dengan dosis terlalu tinggi. Ya Tuhan....

Tapi aku sangat bersyukur, bahwa Dia masih mau menolongku dengan perantaraan Bunda Maria.

No comments:

Post a Comment