Welcome

Sadar atau tidak, setiap perjumpaan akan membawa perubahan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari perjumpaan2 kita, dan membawa kita ke arah yang semakin baik. Tuhan memberkati

Kata kunci

Monday, December 21, 2009

Anakku tertimpa speaker

Semalam...kulihat anakku terlelap disampingku...wajahnya demikian damai. Air mataku tanpa terasa menetes di pipiku...
"Met bobo, Sayang..yg lelap ya..Maafkan mami kalau seharian mami sering marah sama Leetou", bisikku.
Dia anakku yg pertama, umurnya 2th 3bln, anakku laki2.. Di umurnya yang sekarang, dia ingin tahu banyak hal. Dia banyak bertanya dan juga sudah punya keinginan yg cukup keras. Dia masih sangat sulit diberi pengertian tentang suatu hal. Sehingga aku sering kali emosi dan tak terkendali terutama saat aku merasa lelah.
Hari Minggu, kami ke gereja. Dia sebenarnya anak yg cukup manis di gereja. Dia jarang minta main2 di luar. Dia juga tidak pernah berjalan terlalu jauh dari kami orang tuanya. Ulahnya kadang lucu dan membuat orang tertawa. Dia sangat suka menirukan gerakan dirigen. Bahkan pernah suatu kali dia berdiri di mimbar dirigen, di samping dirigennya..dan mengikuti gerakannya. Kontan saja orang2 yg melihatnya tertawa geli. Tapi kadang kala tingkahnya membuat geregetan dan serasa ingin marah. Dia berteriak-teriak, lari sana sini, menyobek2 kertas, naik ke mimbar dirigen, mengutak atik mikrofon, dll.
Kemarin, seperti biasa, Leetou kecilku bermain2 di gereja. Dia memencet orgen yg ga terpakai, naik turun kursi, menirukan dirigen, dan yang paling parah adalah dia bergelanyut di speaker yg ukurannya sama besar dgn badannya. Aku sudah memperingatkannya supaya tidak bermain dengan alat itu, tp Leetou tetap aja ga mau mendengar, dan aku kembali ke tempat dudukku semula.
Hanya beberapa saat aku tidak melihat Leetou, speaker itu bergeser, dan pelan2 tumbang... dan braaaaaaaaaakkk!!! Ya Tuhaaaaaann........ Anakku tertindih speaker yg berat itu. Jantungku seakan berhenti berdetak..
Tangisnya memecah keheningan gereja malam itu. Kupeluk erat2 anakku. Antara kasian dan marah pada anakku...aku tidak tahu hrs berkata apa...tp yg keluar dr mulutku...aku memarahi anakku, kenapa dia tidak mau mendengarkan nasehatku. Dan dia hanya terdiam. Dia memelukku erat, tak mau dilepaskannya tubuhku. Dan saat itu aku tersadar, bahwa anakku sudah belajar sesuatu dan aku tak perlu memarahinya. Dia hanya perlu pelukanku...dan kata2 yg menenangkan.
I love You, Leetou

No comments:

Post a Comment