Welcome

Sadar atau tidak, setiap perjumpaan akan membawa perubahan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari perjumpaan2 kita, dan membawa kita ke arah yang semakin baik. Tuhan memberkati

Kata kunci

Showing posts with label pelajaran. Show all posts
Showing posts with label pelajaran. Show all posts

Saturday, March 13, 2010

Extra Hati-hati


Setiap hari, manusia diperkirakan harus berhadapan dengan 60.000 pikiran. Sekitar 80% pikiran itu negatif atau nafsu yang cenderung membawa pada keburukan.

Seorang motivator dunia, Ibrahim Elfiky memperingatkan supaya extra hati-hati mengarahkan pikiran itu. Jika arah yang dipilih negatif , maka pikiran yang akan keluar juga negatif, sebaliknya jika memilih positif maka yang akan keluar dari memori pun positif.

Ia menyarakan, jika benar2 tidak ingin meletakkan sesuatu yang berbahaya dalam tubuh, maka isilah pikiran itu dengan hal-hal yang berpengaruh positif pada setiap aspek, termasuk dalam kesehatan jiwa dan raga. Selanjutnya bisa dipastikan akan berpengaruh positif pula pada perasaan, perilaku, serta penyakit yang menderita jiwa dan raga.

Sumber: Batam pos

Friday, February 26, 2010

Jangan membiarkan anak anda berenang sendirian

Hari ini adalah hari libur. Aku menemani anakku berenang. Anakku yang masih kecil, membuatku harus ekstra hati2....dan selalu berada disampingnya.

Ketika sedang asyik menemani dia...aku melihat seorang anak kecil (hampir sama besar dengan anakku) yang juga sedang berenang tapi tanpa didampingi siapapun. Kebetulan hari ini kolam renang sangat ramai oleh anak2 TK, jadi memang banyak anak2 bermain tanpa pengawasan. Si anak ini kulihat sedang menyelam... Aku sama sekali tidak berpikir jauh karena aku juga harus mengawasi anakku yang masih sering terjatuh saat berjalan di air. Anak2 lain pun banyak yang sedang saling berlomba siapa yang paling lama bisa menahan nafas di dalam air. Jadi aku benar2 tidak berpikir hal yang lain.
Anakku berjalan mendekati pinggir kolam, sekaligus semakin dekat dengan si anak tadi. Tiba2 aku merasa curiga. Tangan anak itu berusaha melambai-lambai...badannya terus berada di dalam air..lalu mengambang...
Oh Tuhan...ternyata anak itu tenggelam!!!!!!!!!!!!!!! Aku segera mengangkat dia ke tepian kolam, bersamaan dengan itu ibu dari anak ini berteriak-teriak, "Tolong mbak...tolong ...anak saya."
Setelah berada di tepi kolam aku segera memukul-mukul punggungnya, karena pasti dia sudah menelan begitu banyak air. Dia tidak dapat menangis. Mukanya pucat, dan aku sama sekali tidak dapat berkata-kata. Aku hanya bisa berusaha melakukan apa yang aku bisa.

Setelah si anak dibawa menjauh dari kolam oleh ibunya..aku baru mendekati anakku lagi. Sambil bermain, aku mengamati anak itu. Dia sangat ketakutan dan sudah bisa menangis. Di pinggir kolam itu, nampak serombongan ibu-ibu yang nampaknya memang satu kelompok dengan ibu si anak tadi.

Kalau boleh aku menyimpulkan, si ibu mungkin terlalu asyik berbincang-bincang dengan teman2nya sambil menggendong anaknya yang kira2 masih berusia 1th. Si ibu tidak menyadari bahwa anaknya tenggelam. Dan lagi, jarak antara kolam dan tempat ibu itu berbincang-bincang agak jauh.

Hm....ini suatu pelajaran bagiku. Jangan pernah meninggalkan anak anda berenang sendirian tanpa pengawasan, apalagi dia masih balita. Sungguh sangat berbahaya. Bukankah lebih menyenangkan bisa bermain bersama dengan anak di dalam kolam? Tapi jika memang anda tidak bisa bermain bersama...jangan sampai lengah mengawasinya. Tetaplah berada di dekatnya, karena anak anda akan lebih aman.

Thursday, February 25, 2010

Cintaku di Fesbuk membawa petaka

Ini adalah kisah nyata, dan baru aja terjadi. Aku baru aja telp ibuku. Dari sekedar ngobrol2 biasa, lalu ibuku bercerita tentang salah seorang teman ibu yg memiliki anak, yang ngekost di Jogja.
Dia anak laki2...kuliah di salah satu universitas disana. Msh jomblo. Dan dari iseng2 kenalan di FB dgn seorg cewek, akhirnya jadianlah mereka. Cintaku di dunia maya ceritanya.
Tibalah saatnya mereka bertemu muka untuk pertama kalinya. Si cewek di ajak ke kost si cowok. Dan ternyata kesannya tidak mengecewakan. Mereka pun sepakat untuk pergi makan.
Saat hendak berangkat, si cewek berkata "lho, mas..kamu ga mandi dulu?"
cowok:"ga lah..makan aja kan?"
cewek :"mandi sana dululah..masa pergi ke luar kamu belum mandi"

Akhirnya si cowok pergi mandi dan kunci sepeda motornya dititipkan ke si cewek.
Saat si cowok keluar dari kamar mandi......betapa terkejutnya dia. Kamarnya kosong...barang2nya hilang, termasuk sepeda motor, handphone, laptop, bahkan sepatu,dompet dan juga barang2 lain yg nampaknya msh bisa dibawa...semua hilang bersama si cewek itu.
Mampus lah!!!! Kena tipu deh!!!!
Ternyata si cewek ini pencuri....

Si cowok pun akhirnya mudik dengan lemas...miskin seketika...

Oh...cintaku di fesbuk membawa petaka.

Teman2..berhati2lah menambah teman dalam fesbuk anda. Jika anda memang tidak kenal, sebaiknya berpikir 2x sebelum anda menambahkannya pd daftar teman anda.

Ini hanya satu contoh kasus yg terjadi..

Tuesday, February 23, 2010

Sebuah arti kata "cukup"

Setiap orang memiliki batasan masing mengenai kata "cukup".

Ya....dan siang itu aku "mengetahui" arti kata itu bagi tetanggaku. Tetanggaku berkunjung ke rumahku. Dia memang tetangga baru. Sekilas....(karena aku belum lama mengenal, namanya juga tetangga baru) aku melihat bahwa kehidupan mereka cukup mapan. Bahkan jauh lebih mapan dari aku. Selain memiliki rumah yang cukup besar (paling tidak 2,5x besar rumahku) dan juga masih memiliki beberapa rumah lagi di komplek perumahan yang lain, 3 buah mobil yang kondisinya cukup terawat, beberapa jenis usaha...perabotan rumah tangga yg jauh lebih mewah dan lengkap dari rumahku...dll.

Pembicaraan kami masih sebatas saling ingin mengenal lebih dalam, tentang pekerjaan, kegiatan sehari2, dan hal2 yang masih sangat umum.

Entah bagaimana pembicaraan kami, tiba2 aku tersentak oleh satu kalimat yang dilontarkan tetanggaku, "Kalau saya sih harus bekerja, karena kalau dirumah saja ga akan cukup seperti ibu (yg dia maksud aku)".

Weits.....apa aku ga salah dengar neh?

Langsung saja aku jawab ," Waduh...kalo saya mengejar istilah "cukup" sebenarnya juga ga cukup,Bu", sambil tersenyum.

Dalam hati aku bertanya, keadaannya sangat jauh berbeda dari aku. Tapi kenapa dia masih merasa belum cukup dibandingkan dengan aku?????

Ingin aku berkata padanya, "Bu, bersyukurlah dengan apa yang anda miliki.Anda sudah memiliki begitu banyak berkat yang orang lain tidak miliki. Apalagi anda membandingkannya dengan saya. Sungguh, seharusnya anda bersyukur."

Tapi semua perkataan itu hanya kusimpan dalam hati.

Wednesday, December 23, 2009

Tuhan memberikan pertolongan lewat Bunda Maria


Disaat ku tak berdaya, kuasaMu yang sempurna, ketika ku percaya mujizat itu nyata....
Dan itu yang aku alami.
Malam itu, sudah sangat larut. Bahkan sudah lewat tengah malam. Sedari sore, aku sudah merasa bahwa badanku tidak sehat. Aku sudah periksa ke dokter dan diberi obat. Obat itu juga sudah aku minum. Papi sedang tidak berada di rumah karena mangikuti rekoleksi para katekis di Sarangan. Aku di rumah dengan mami.

Waktu malam semakin larut, badanku semakin demam. Suhu tubuhku naik, nafasku mulai sesak. Mamipun segera mengompres kepalaku.
Aku menggigil,dan suhu badanku semakin tinggi. Aku seakan tidak mampu lagi untuk bertahan. Setiap nafas kurasakan sangat berat dan aku membutuhkan tenaga yang luar biasa untuk itu.
Oh Tuhan....tolonglah aku, kataku dalam hati setiap aku menarik nafas.
Kulihat mami semakin putus asa. Segala cara telah diupayakan supaya aku lebih baik. Tapi aku berbicara saja sudah tidak mampu. Bahkan aku sudah merasa bosan bernafas, karena sangat melelahkan.
"Mam, aku sudah capek", bisikku perlahan...mgkn hampir tak terdengar.
Lalu, mami mengambil sebuah rosario. Berdoa. Itu lah hal terakhir yang bisa kami lakukan.
"Lie, ayo kita minta pertolongan Bunda Maria. Dia pasti akan menolongmu", ajak mami.
Aku hanya bisa menangis, tanpa bisa menjawab.
Aku melihat mami berdoa sambil menangis... dan tiap tetesan air matanya membuat aku semakin menyadari betapa besar kasih sayang seorang ibu.
Di tengah2 doa, mami mengambil air suci, yang diambil dari Sendangsono.
"Lie, minum ini...sambil berdoa ya..semoga Bunda Maria mau menolong", kata mami.
Aku berusaha sekuat tenaga menelan air itu. Aku hanya bisa pasrah. Bahkan aku sangat siap jika itu adalah air terakhir yang bisa kuminum.
Setelah selesai berdoa, tiba2 aku merasa mengantuk, dan aku tertidur. Padahal sebelumnya aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata, karena aku terus berjuang untuk bisa bernafas.

Saat pagi2 sekali aku bangun, sungguh luar biasa...bahwa aku sudah merasa lebih baik. Badanku sudah tidak panas. Dan nafasku sudah jauh lebih ringan.

Maka, pagi itu, kira2 pukul 5.30 aku kembali periksa ke dokter. Mami menanyakan apa yg terjadi dengan diriku. Dan jawaban yang kudapat sungguh mengejutkan. Ternyata, dokter memberi aku obat dengan dosis terlalu tinggi. Ya Tuhan....

Tapi aku sangat bersyukur, bahwa Dia masih mau menolongku dengan perantaraan Bunda Maria.

Tuesday, December 22, 2009

Terima kasih Pak L.B S. Wirya


Masa paling indah adalah masa di sekolah.
Yang ingin aku ceritakan kali ini adalah masa2 aku SMP, dimana aku sekolah di sebuah sekolah swasta yang cukup ternama di kota Madiun. Sekolah yg cukup bergengsi menurutku.
Waktu itu adalah pengalaman pertamaku berpisah dari orang tua, dan aku harus tinggal bersama saudaraku disana.
Aku masih sangat remaja. Dari desa lagi. Pergi ke kota, bertemu dengan lingkungan yang sama sekali berbeda dari biasanya. Hari2 pertama disana, aku sangat minder. Aku takut berkenalan dengan teman-temanku.
Singkat cerita, aku bukan siapa2 disana dan aku merasa tidak mampu untuk bersaing dengan teman2ku.
Tapi...ada seorang guru yang selalu ceria. Entah seperti apa awalnya aku sudah lupa, tp beliaulah yang menemukan mutiara dalam diriku. Dia menjadikan aku lebih berharga. Dia bukan guru fisika, atau matematika, yang bagi sebagian banyak orang biasanya paling dikenang karena mata pelajarannya dianggap hebat dan sulit. Tapi dia ini guru kesenian, yang sering kali dipandang sebelah mata keberadaannya.
Dia menjadi guru yang pelajarannya selalu kutunggu. Jiwa seninya sangat luar biasa menurutku. Dia bisa membawa kelas ke dalam suasana yang sangat menyenangkan. Terutama waktu dia sudah menjinjing peralatan menyanyi-nya. Sebuah tape besar, diletakkan di sudut kelas. Atau jika dia sudah membawa gitarnya, dan mengajak kami bernyanyi.Wah, seru abis deh. Kalo sudah menyanyi, kita bisa kena tegur kelas sebelah karena saking semangatnya.
Hal yang mengesan juga buatku adalah....dia selalu mengajar musik dengan cara yg mudah dan menggunakan nama teman2 kami sendiri sebagai singkatan utk mengingat hal2 yg sulit.
Dari dia, aku mulai belajar menyanyi. Dan katanya suaraku lumayan bagus...hehehe...
Di sekolahku, kegiatan seni sangat maju dan terkenal waktu itu. salah satu contoh, setiap acara karnaval, kami selalu menampilkan yang berbeda dari sekolah lain. Selain jumlah peserta yang pasti banyak..kami juga memiliki tema dan jalan cerita dalam setia karnaval. Belum lagi ada tarian dan beberapa dialog singkat. Jadi semacam tarian kolosal berjalan. Lagu2 yang dipakai karnaval pun biasanya adalah ciptaan atau gubahan guru kesenianku ini. Selain itu guruku ini melatih kami bermain drama musikal. Biasanya sih dramanya dibuat komedi dan semua percakapan sudah direkam sebelumnya, sehingga di atas panggung kami tinggal berakting menyesuaikan dengan rekaman tadi. Nah...dari sinilah aku dikenalkan dengan dunia rekaman.
Berawal dari lagu2 karnaval, lalu ke lagu2 utk drama, sampai lagu yang sedikit komersial. Ini sungguh pengalaman berharga buat aku. Karena dari sini aku dipandang "ada" oleh teman2 dan sekolah. Aku yg awalnya tidak dikenal, menjadi terkenal (paling tidak diakui keberadaanku), walau tidak sampai pada tahap menjadi bintang di sekolah. Itu jauuuuuh sekali dan aku tidak layak utk itu.
Dari sana, bakatku menyanyi benar2 dikembangkan. Walau suaraku hanya pas2an tp guruku yg satu ini selalu memujiku. Itu yg membuat aku selalu semangat utk terus bernyanyi. Aku yang dulunya hanya menganggap menyanyi itu cukup di kamar mandi, setelah itu benar2 ingin lebih tekun belajar menyanyi yang baik.
Setelah aku lulus dari SMP, keinginanku untuk terus bernyanyi semakin besar. Dan sekarang, aku benar2 suka bernyanyi. Itu adalah jiwaku. Banyak orang mengenalku sekarang karena aku bisa menyanyi. Aku ingin terus bisa bernyanyi. Dan suatu saat aku ingin kembali ke Madiun, untuk berduet dengan guru tercintaku ini. Karena dialah yang membawa aku mengenal lebih jauh ke dunia yang penuh musik ini.
Terima kasih Pak Lambert.

Jangan pernah menarik kursi temanmu


Jangan pernah menarik kursi temanmu ketika dia akan duduk!!!! Ini adalah pengalaman yang sangat buruk buatku. Aku menjadi korban iseng temanku.
Aku masih kelas 1 SMP. Di sekolah sudah tidak ada jam pelajaran karena ini adalah acara class meeting dalam rangka 'menunggu' rapor yg masih dikerjakan oleh guru2 kami. Aku termasuk anak yg pandai bermain bola volly di sekolah (walau cuma servant doank hehehe). Dan hari itu aku sangat lelah setelah aku harus bermain 2set langsung yang hasilnya adalah kemenangan utk reguku. Sesaat setelah permainan selesai, ada pengumuman bahwa kami harus melayat orang tua salah seorang guru kami yang hari itu baru saja meninggal dunia.
Dengan badan penuh keringat, kami berjalan bersama-sama ke rumah guru kami tersebut. Kebetulan sih rumahnya hanya berjarak kira2 500m dari sekolah. Setelah sampai disana, ternyata rumah sudah penuh sesak dan kami harus duduk di pelataran rumah orang yang berbatu-batu.
Badanku yang sudah sangat letih, segera mendorongku utk beristirahat dan duduk di sebuah kursi yg telah disediakan. Tapi .... gubraaaaaaakk!!!! Dug!!!! Aku terpelanting ke tanah yang berbatu-batu itu, dan kepalaku terbentur besi yg ada di belakangku.
Yah...temanku ternyata sengaja menyingkirkan kursiku dan membuat itu sebagai sebuah lelucon.
Aku ingin berteriak ........... tapi.......oh....apa yang terjadi??? Aku tidak dapat berkata-kata. Aku ingin berdiri dan memaki-maki temanku ........ tapi.....Ya Tuhan, apa lagi ini?
Jangankan berdiri, menggerakkan badanku saja aku tidak mampu. Aku tidak tahu mengapa. Yang aku rasakan, badanku bergetar, dingin, kaku, tapi aku tidak dapat mengendalikan tubuhku. Kepalaku sakit luar biasa, pusing...pandangan berkunang-kunang. Aku kehilangan kuasa atas diriku.
Aaaaaaaaaaaaa............mengapa Tuhan???? Teman-teman segera memberi pertolongan. Mereka mencoba memberi aku air minum. Tetapi lagi2 aku tidak dapat membuka mulutku, apalagi menelan air itu. Aku menjerit ............ tp tak ada yang bisa keluar dari mulutku. Aku merasa, aku ini adalah akhir dari segalanya? Apa aku tidak dapat melakukan apa2 lagi setelah ini?
Aku hanya dapat mengeluarkan air mata....yaaaa...paling tidak aku masih bisa menangis.
Setelah teman-teman merasa tidak dapat menolong aku, karena itu juga di rmh orang yg sedang tertimpa 'kemalangan', tidak mungkin juga mereka meminta bantuan pada pemilik rumah. Jadi teman2 mengantar aku pulang. Mereka memapah aku yg hanya bisa menangis sepanjang jalan.
Singkat cerita, peristiwa itu menjadi awal penderitaanku. Sejak saat itu, kepalaku sering sakit tak menentu. Dan jika aku sudah sedikit lelah atau berpikir sesuatu terlalu berat, aku akan mengalami hal yang sama lagi. Badan dingin, kaku, pusing, mata berkunang-kunang dan roboh. Dokter mengatakan...ada syaraf di dekat otak kecilku yang terjepit. Aku sudah berusaha terapi selama beberapa tahun di dokter syaraf, dan juga pijat ke ahli urat, tapi sepertinya itu tidak membawa banyak perubahan.
Yang bisa aku lakukan hanyalah berusaha selalu mengendalikan diri. Jangan sampai lelah dan berpikir berat. Karena aku bisa saja mendadak jatuh, seperti akan pingsan.
Semoga hal ini tidak terjadi pada orang lain.