Setiap orang memiliki batasan masing mengenai kata "cukup".
Ya....dan siang itu aku "mengetahui" arti kata itu bagi tetanggaku. Tetanggaku berkunjung ke rumahku. Dia memang tetangga baru. Sekilas....(karena aku belum lama mengenal, namanya juga tetangga baru) aku melihat bahwa kehidupan mereka cukup mapan. Bahkan jauh lebih mapan dari aku. Selain memiliki rumah yang cukup besar (paling tidak 2,5x besar rumahku) dan juga masih memiliki beberapa rumah lagi di komplek perumahan yang lain, 3 buah mobil yang kondisinya cukup terawat, beberapa jenis usaha...perabotan rumah tangga yg jauh lebih mewah dan lengkap dari rumahku...dll.
Pembicaraan kami masih sebatas saling ingin mengenal lebih dalam, tentang pekerjaan, kegiatan sehari2, dan hal2 yang masih sangat umum.
Entah bagaimana pembicaraan kami, tiba2 aku tersentak oleh satu kalimat yang dilontarkan tetanggaku, "Kalau saya sih harus bekerja, karena kalau dirumah saja ga akan cukup seperti ibu (yg dia maksud aku)".
Weits.....apa aku ga salah dengar neh?
Langsung saja aku jawab ," Waduh...kalo saya mengejar istilah "cukup" sebenarnya juga ga cukup,Bu", sambil tersenyum.
Dalam hati aku bertanya, keadaannya sangat jauh berbeda dari aku. Tapi kenapa dia masih merasa belum cukup dibandingkan dengan aku?????
Ingin aku berkata padanya, "Bu, bersyukurlah dengan apa yang anda miliki.Anda sudah memiliki begitu banyak berkat yang orang lain tidak miliki. Apalagi anda membandingkannya dengan saya. Sungguh, seharusnya anda bersyukur."
Tapi semua perkataan itu hanya kusimpan dalam hati.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment