Welcome

Sadar atau tidak, setiap perjumpaan akan membawa perubahan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari perjumpaan2 kita, dan membawa kita ke arah yang semakin baik. Tuhan memberkati

Kata kunci

Tuesday, February 23, 2010

Sang Juara


Seorang anak kecil berusia 9 th, baru saja turun dari panggung. Dia mengikuti lomba menyanyi untuk kategori anak2. Suaranya sungguh merdu. Tidak sedikit dari antara penonton yang memberikan sambutan meriah, bahkan bertepuk tangan sambil berdiri untuk anak ini. Sebut saja dia Doni.
Setiba di belakang panggung, banyak orang memberi ucapan selamat pada Doni..." Wah, bagus, bagus!!! Penampilanmu keren sekali Don!", kata mereka.

Doni hanya tersenyum lega dan menjawab,"Terima kasih,ya!"

Doni segera berlari ke arah ibunya, yang sedang duduk dengan tegang. Sang ibu hanya terdiam ketika Doni menghampirinya, bahkan tersenyum pun tidak. Tatapan matanya tetap serius ke arah panggung.
Sekarang tibalah saatnya pengumuman pemenang. Dengan hati berdebar2 Doni menunggu, dia sangat cemas. Begitu pula sang ibu. Bahkan saat Doni meminta minum sang ibu berkata, "Nantilah Don..."

Dan ketika dewan juri mengumumkan siapa juara lomba kali ini, ternyata Doni berada di urutan ke 3. Doni berteriak girang. Dia tak menyangka bahwa dia dapat meraih juara ke 3 , padahal lomba kali ini pesertanya sangat banyak, mencapai 100 orang, yang dikirim oleh sekolah-sekolah se-kabupaten. "Yeeee...!!! Hore!! Yess!!..Yess!!", teriak Doni.

Tapi belum terluapkan seluruh kegembiraan Doni, sang ibu langsung membentak Doni, "Hai, ngapain kamu bangga jadi juara 3? Seharusnya kamu dapat juara 1 baru boleh bangga. Apa itu juara 3?? Sama saja bukan juara. Kamu pasti malas-malasan berlatih. Lihat saja, nanti mama tanya sama guru vokalmu, apa kamu itu serius berlatih atau tidak".

Doni langsung terdiam. Dia sangat sedih. Tapi dia tidak dapat berbuat apa2. Ibunya sangat marah.


Pak Budi yang mengetahui hal itu, langsung menghampiri mereka. Beliau adalah kepala sekolah di sekolah Doni. "Bu, Doni selama ini sangat rajin belajar di sekolah. Termasuk dalam hal belajar menyanyi. Suaranya sangat bagus. Mungkin memang anak yang lain lebih bagus suaranya, tapi bukan berarti Doni malas berlatih", kata Pak Budi.

Ibu Doni menjawab, "Bapak tidak tahu, dia sudah 2x tidak datang latihan vokal dengan alasan sedang batuk. Dia pasti terlalu banyak makan gorengan sehingga dia menjadi batuk. atau mungkin itu hanya alasannya saja supaya tidak perlu latihan."
Pak Budi tersenyum, "Bu, yang saya tahu, Doni tidak pernah mau makan gorengan atau es. Setiap kali ditawari temannya, dia akan menolaknya dengan alasan 'nanti dimarahi mamaku'. Sudahlah Bu,Doni sudah melakukan yang terbaik."

Ibu Doni nampak semakin marah dan berkata, " Bagi saya, juara 3 tetap saja bukan juara. Dan saya tidak mengijinkan anak saya ikut lomba antar sekolah lagi." Pak Budi hanya bisa geleng-geleng kepala. Dan Doni hanya terdiam, tidak berani menjawab,hanya saja air matanya nampak menggenang di sudut matanya..tanpa berani menetes di pipinya.
...........
Hal apa yang dapat kita ambil dr cerita ini? Bagiku, sang ibu ini tidak dapat menghargai usaha si anak. Sesuatu yang nampak luar biasa bagi orang lain (Doni memiliki suara bagus dan memang sudah menampilkan yang terbaik), bagi orang 2 tertentu yang memandang dr sudut berbeda, itu bukan apa2. Tapi apakah tidak lebih baik bila kita terlebih dahulu menghargai setiap usaha yang telah dilakukan, terlepas dr hasilnya baik atau buruk?

No comments:

Post a Comment