Setiap pagi seperti biasa aku mengembalikan peralatan minum susu anakku, seperti sekaleng susu, air putih, air panas dan dot. Anakku yang sudah berumur 2th sudah mulai mengikuti apapun yang aku lakukan. Termasuk beres2 di pagi hari itu. Anakku memilih membawa kaleng susu. Sebenarnya aku tidak begitu suka dia memilih benda itu karena kaleng itu dalam keadaan penuh dan dia juga sedang memegang dot-nya. Tapi karena dia memaksa, akhirnya aku hanya bisa berkata ,"Hati2 ya..jangan sampai jatuh".
Ketika sudah dekat di meja dimana susu itu hrs diletakkan, dia sedikit bingung bagaimana caranya meletakkan kaleng susu itu karena letaknya agak tinggi. Aku berusaha menolongnya..tapi karena tanganku masih penuh..aku segera meletakkan barang bawaanku di atas meja. Tapi belum sampai aku meletakkan barangku...anakku sudah menjatuhkan kaleng susu itu..dan hampir semua susu yang ada di dalamnya tumpah ke lantai.
Waaaaaaaaaaaaa......aku sangat marah. Aku menjerit dan anakku langsung ku bawa menyingkir dari situ sambil aku marahin, "Sudah mami bilang tadi jangan bawa kaleng susu...kamu ga mau dengar. Mami bilang suruh hati2...tapi kamu sudah menjatuhkannya ke lantai. Lihat!! Sekarang semua susu itu tumpah. Kamu mau minum apa hari ini?" Anakku hanya terdiam, menunduk sambil melihat tumpahan susu itu. ...............
Aku menghela nafas panjang. Oh..maafkan mami Nak. Aku sudah menyakitimu.
Aku seharusnya melihat niat baiknya. Toh jika susu itu tumpah sebenarnya bukan salahnya. Dia masih terlalu kecil. Dia hanya ingin membantu, dan dia sebenarnya rajin. Tapi hanya karena niat baik itu terbungkus dalam peristiwa yang tidak diinginkan...niat baik itu jd tidak terlihat.
Apalah artinya sekaleng susu jika dibandingkan dengan niatnya membantu aku? Aku jd merenung....kadang kita pun sering berperilaku seperti itu. Kita tidak bisa melihat niat baik orang lain saat yang terjadi justru hal2 yang buruk.
Semoga aku bisa lebih bijaksana lagi...
Maafkan mami, Nak...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment