Welcome

Sadar atau tidak, setiap perjumpaan akan membawa perubahan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari perjumpaan2 kita, dan membawa kita ke arah yang semakin baik. Tuhan memberkati

Kata kunci

Tuesday, December 22, 2009

Jangan pernah menarik kursi temanmu


Jangan pernah menarik kursi temanmu ketika dia akan duduk!!!! Ini adalah pengalaman yang sangat buruk buatku. Aku menjadi korban iseng temanku.
Aku masih kelas 1 SMP. Di sekolah sudah tidak ada jam pelajaran karena ini adalah acara class meeting dalam rangka 'menunggu' rapor yg masih dikerjakan oleh guru2 kami. Aku termasuk anak yg pandai bermain bola volly di sekolah (walau cuma servant doank hehehe). Dan hari itu aku sangat lelah setelah aku harus bermain 2set langsung yang hasilnya adalah kemenangan utk reguku. Sesaat setelah permainan selesai, ada pengumuman bahwa kami harus melayat orang tua salah seorang guru kami yang hari itu baru saja meninggal dunia.
Dengan badan penuh keringat, kami berjalan bersama-sama ke rumah guru kami tersebut. Kebetulan sih rumahnya hanya berjarak kira2 500m dari sekolah. Setelah sampai disana, ternyata rumah sudah penuh sesak dan kami harus duduk di pelataran rumah orang yang berbatu-batu.
Badanku yang sudah sangat letih, segera mendorongku utk beristirahat dan duduk di sebuah kursi yg telah disediakan. Tapi .... gubraaaaaaakk!!!! Dug!!!! Aku terpelanting ke tanah yang berbatu-batu itu, dan kepalaku terbentur besi yg ada di belakangku.
Yah...temanku ternyata sengaja menyingkirkan kursiku dan membuat itu sebagai sebuah lelucon.
Aku ingin berteriak ........... tapi.......oh....apa yang terjadi??? Aku tidak dapat berkata-kata. Aku ingin berdiri dan memaki-maki temanku ........ tapi.....Ya Tuhan, apa lagi ini?
Jangankan berdiri, menggerakkan badanku saja aku tidak mampu. Aku tidak tahu mengapa. Yang aku rasakan, badanku bergetar, dingin, kaku, tapi aku tidak dapat mengendalikan tubuhku. Kepalaku sakit luar biasa, pusing...pandangan berkunang-kunang. Aku kehilangan kuasa atas diriku.
Aaaaaaaaaaaaa............mengapa Tuhan???? Teman-teman segera memberi pertolongan. Mereka mencoba memberi aku air minum. Tetapi lagi2 aku tidak dapat membuka mulutku, apalagi menelan air itu. Aku menjerit ............ tp tak ada yang bisa keluar dari mulutku. Aku merasa, aku ini adalah akhir dari segalanya? Apa aku tidak dapat melakukan apa2 lagi setelah ini?
Aku hanya dapat mengeluarkan air mata....yaaaa...paling tidak aku masih bisa menangis.
Setelah teman-teman merasa tidak dapat menolong aku, karena itu juga di rmh orang yg sedang tertimpa 'kemalangan', tidak mungkin juga mereka meminta bantuan pada pemilik rumah. Jadi teman2 mengantar aku pulang. Mereka memapah aku yg hanya bisa menangis sepanjang jalan.
Singkat cerita, peristiwa itu menjadi awal penderitaanku. Sejak saat itu, kepalaku sering sakit tak menentu. Dan jika aku sudah sedikit lelah atau berpikir sesuatu terlalu berat, aku akan mengalami hal yang sama lagi. Badan dingin, kaku, pusing, mata berkunang-kunang dan roboh. Dokter mengatakan...ada syaraf di dekat otak kecilku yang terjepit. Aku sudah berusaha terapi selama beberapa tahun di dokter syaraf, dan juga pijat ke ahli urat, tapi sepertinya itu tidak membawa banyak perubahan.
Yang bisa aku lakukan hanyalah berusaha selalu mengendalikan diri. Jangan sampai lelah dan berpikir berat. Karena aku bisa saja mendadak jatuh, seperti akan pingsan.
Semoga hal ini tidak terjadi pada orang lain.

No comments:

Post a Comment