Welcome

Sadar atau tidak, setiap perjumpaan akan membawa perubahan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari perjumpaan2 kita, dan membawa kita ke arah yang semakin baik. Tuhan memberkati

Kata kunci

Tuesday, December 22, 2009

Terima kasih Pak L.B S. Wirya


Masa paling indah adalah masa di sekolah.
Yang ingin aku ceritakan kali ini adalah masa2 aku SMP, dimana aku sekolah di sebuah sekolah swasta yang cukup ternama di kota Madiun. Sekolah yg cukup bergengsi menurutku.
Waktu itu adalah pengalaman pertamaku berpisah dari orang tua, dan aku harus tinggal bersama saudaraku disana.
Aku masih sangat remaja. Dari desa lagi. Pergi ke kota, bertemu dengan lingkungan yang sama sekali berbeda dari biasanya. Hari2 pertama disana, aku sangat minder. Aku takut berkenalan dengan teman-temanku.
Singkat cerita, aku bukan siapa2 disana dan aku merasa tidak mampu untuk bersaing dengan teman2ku.
Tapi...ada seorang guru yang selalu ceria. Entah seperti apa awalnya aku sudah lupa, tp beliaulah yang menemukan mutiara dalam diriku. Dia menjadikan aku lebih berharga. Dia bukan guru fisika, atau matematika, yang bagi sebagian banyak orang biasanya paling dikenang karena mata pelajarannya dianggap hebat dan sulit. Tapi dia ini guru kesenian, yang sering kali dipandang sebelah mata keberadaannya.
Dia menjadi guru yang pelajarannya selalu kutunggu. Jiwa seninya sangat luar biasa menurutku. Dia bisa membawa kelas ke dalam suasana yang sangat menyenangkan. Terutama waktu dia sudah menjinjing peralatan menyanyi-nya. Sebuah tape besar, diletakkan di sudut kelas. Atau jika dia sudah membawa gitarnya, dan mengajak kami bernyanyi.Wah, seru abis deh. Kalo sudah menyanyi, kita bisa kena tegur kelas sebelah karena saking semangatnya.
Hal yang mengesan juga buatku adalah....dia selalu mengajar musik dengan cara yg mudah dan menggunakan nama teman2 kami sendiri sebagai singkatan utk mengingat hal2 yg sulit.
Dari dia, aku mulai belajar menyanyi. Dan katanya suaraku lumayan bagus...hehehe...
Di sekolahku, kegiatan seni sangat maju dan terkenal waktu itu. salah satu contoh, setiap acara karnaval, kami selalu menampilkan yang berbeda dari sekolah lain. Selain jumlah peserta yang pasti banyak..kami juga memiliki tema dan jalan cerita dalam setia karnaval. Belum lagi ada tarian dan beberapa dialog singkat. Jadi semacam tarian kolosal berjalan. Lagu2 yang dipakai karnaval pun biasanya adalah ciptaan atau gubahan guru kesenianku ini. Selain itu guruku ini melatih kami bermain drama musikal. Biasanya sih dramanya dibuat komedi dan semua percakapan sudah direkam sebelumnya, sehingga di atas panggung kami tinggal berakting menyesuaikan dengan rekaman tadi. Nah...dari sinilah aku dikenalkan dengan dunia rekaman.
Berawal dari lagu2 karnaval, lalu ke lagu2 utk drama, sampai lagu yang sedikit komersial. Ini sungguh pengalaman berharga buat aku. Karena dari sini aku dipandang "ada" oleh teman2 dan sekolah. Aku yg awalnya tidak dikenal, menjadi terkenal (paling tidak diakui keberadaanku), walau tidak sampai pada tahap menjadi bintang di sekolah. Itu jauuuuuh sekali dan aku tidak layak utk itu.
Dari sana, bakatku menyanyi benar2 dikembangkan. Walau suaraku hanya pas2an tp guruku yg satu ini selalu memujiku. Itu yg membuat aku selalu semangat utk terus bernyanyi. Aku yang dulunya hanya menganggap menyanyi itu cukup di kamar mandi, setelah itu benar2 ingin lebih tekun belajar menyanyi yang baik.
Setelah aku lulus dari SMP, keinginanku untuk terus bernyanyi semakin besar. Dan sekarang, aku benar2 suka bernyanyi. Itu adalah jiwaku. Banyak orang mengenalku sekarang karena aku bisa menyanyi. Aku ingin terus bisa bernyanyi. Dan suatu saat aku ingin kembali ke Madiun, untuk berduet dengan guru tercintaku ini. Karena dialah yang membawa aku mengenal lebih jauh ke dunia yang penuh musik ini.
Terima kasih Pak Lambert.

No comments:

Post a Comment